HAKIKAT PENDIDIK

Photo of author
Written By Hilda Nur Maziyah

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur pulvinar ligula augue quis venenatis. 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………. i

KATA PENGANTAR………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….. iii

  1. Latar Belakang………………………………………………………………… 1
  2. Rumusan Masalah……………………………………………………………. 2
  3. Tujuan Makalah……………………………………………………………….. 2
  4. Manfaat Makalah…………………………………………………………….. 2

PEMBAHASAN

  1. Pengertian hakikat pendidik……………………………………………….. 3
  2. Tugas dalam seorang pendidik……………………………………………. 4
  3. Tanggung jawab seorang pendidik terhadap peserta didik …….. 5

PENUTUP

  1. Kesimpulan……………………………………………………………………… 7
  2. Saran………………………………………………………………………………. 7

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pendidikan adalah suatu bentuk interaksi manusia. Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagaman, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam pendidikan menuntut terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas, cerdas, beriman, beriptek dan berakhlakul karimah sebagai tujuan dari pendidikan, maka perlu pengamatan dari segi aktualisasinya bahwa pendidikan merupakan proses interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan dari sebuah proses pendidikan.

Pendidik dan peserta adalah dua entitas yang tak dapat terpisahkan dalam menggerakkan dimensi pendidikan terutama pendidikan Islam. Kedunya mempunyai interaksi secara kontinyu yang dapat menghasilkan perambahan intelektual, namun tidak dapat dipungkiri dalam praktek pendidikan terkadang mengalami degradasi dan dekadensi bagi kalangan pendidik dengan mengesampingkan tradisi-tradisi humanis yang seharusnya diberlakukan dalam dimensi-dimensi peserta didik. Hal ini penting menjadi sebuah otokritik yang  produktif dalam membangun tradisi pendidikan dengan mensejajarkan peserta didik tanpa adanya bentuk diskriminasi.

Pendidik, peserta didik dan tujuan utama pendidikan merupakan komponen utama dalam pendidikan, ketiga komponen tersebut merupakan komponen yang satu jika hilang salah satu dari komponen tersebut maka hilang pula hakikat pendidikan tersebut. Hakikat pendidik dan peserta didik inilah yang perlu menjadi bahan pengetahuan sebagai landasan untuk melakukan kegiatan transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik yang merupakan sebagai obyek dalam penanaman nilai moral, sosial, intelektual, keterampilan dan spiritual. Pendidik merupakan pelaku utama dalam tujuan dan sasaran pendidikan yaitu membentuk manusia yang berkepribadian dan dewasa. Disamping sebagai tujuan pendidikan Islam secara umum diorientasikan untuk membentuk insan kamil, insan kaffah, dan mampu menjadi khalifah Allah SWT.

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Pengertian hakikat pendidik
  2. Tugas dalam seorang pendidik
  3. Bagaimana tanggung jawab seorang pendidik terhadap peserta didik
  4. Tujuan

                 Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Mendefinisikan pengertian hakikat pendidik
  2. Untuk mengetahui tugas dalam seorang pendidik
  3. Untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab seorang pendidik terhadap peserta didik
  4. Manfaat

Berdasarkan tujuan makalah, manfaat makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagi penulis makalah, makalah ini sebagai wujud tanggung jawab atas tugas yang diberikan dan untuk menambah wawasan.
  2. Bagi seluruh pembaca, makalah ini dapat menjadi sumber informasi dan menambah wawasan.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Hakikat Pendidik

                Dari segi bahasa pendidik, sebagaimana dijelaskan oleh WJS. Poerwadaminta adalah orang yang mendidik, yang berarti bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Dengan demikian, kata pendidik secara fungsional menunjukkan kepada seseorang dalam bidang pengetahuan, keterampilan, pendidikan, dan pengalaman.

   Pendidikan di sekolah adalah pendidik yang kedua secara teoritis mereka menghadapi hal yang sama dengan yang di hadapi orang tua di rumah. Tanggung jawab sekolah sekarang lebih besar karena guru di sekolah harus menggambil alih sebagai tugas pendidik yang tadinya di lakukan oleh orang tua di rumah.

Menurut marimba, pendidik adalah seorang yang memikul pertanggung jawaban untuk mendidik, yaitu manusia dewasa yang hak dan kewajiban bertanggung jawab tentang pendidikan. Pendapat pendidik bukan hanya guru memang tidak bisa di sangka. Para pemimpin dapat menjadi pendidik bagi orang orang yang di pimpinnya. Istilah pendidikan di dalam islam di sebut dengan beberapa istilah seperti mu’addib, murabbi dan mu’alim.

            Peran pendidik dalam pendidikan menyebabkan berbagai syarat untuk dapat di anggkat sebagai guru, syarat syarat ini antara lain :

  1. persyaratan usia

Tugas pendidik adalah tugas yang sangat penting karna menyangkut perkembangan seseorang atau menyangkut nasib orang di masa depan. Sebab itu, tugas tersebut harus di lakukan secara tanggung jawab.

  • Persyaratan kesehatan

Sehat akan berakibat tidak berfungsinya proses pendidikan. Karena itulah, syarat kesehatan menjadi penting dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik

  • Persyaratan moral

Syarat ini sangat penting dimiliki untuk melaksanakan tugas-tugas mendidik selain mengajar. Peranan pendidik dalam komunitas dan dalam pendidikan, bukan sekedar sebagai pembimbing yang baik, melainkan juga sebagai teladan keutamaan dalam perbuatan yang baik.

Peran pendidik secara pribadi adalah :

  1. Petugas sosial, yaitu seorang yang harus membantu untuk senantiasa merupakan petugas-petugas yang dapat dipercaya untuk berpastipasi didalam nya.
  2. Pencari keamanan, yaitu yang senantiasa mencarikan rasa aman bagi siswa. Pendidik menjadi tempat berlindung siswa-siswa untuk memperoleh rasa aman dan puas didalamnya.
  3. Pencari teladan, yaitu yang senantiasa mencarikan teladan yang baik untuk siswa bukan untuk seluruh masyarakat. Pendidik menjadi ukuran bagi norma-norma

tingkah laku.

  • Tugas Dalam Seorang Pendidik

         Dalam pendidik di sekolah, tugas guru sebagaian besar adalah mendidik dengan cara mengajar. Tugas pendidik didalam rumah sebagaian besar berupa membiasakan, memberikan contoh yang baik, memberikan pujian dan dorongan. Jadi, secara umum mengajar hanyalah sebagai tugas dari pendidik. Tugas-tugas selain mengajar ialah berbagai macam tugas yang sesungguhnya bersangkutan dengan mengajar, yaitu tugas membuat persiapan mengajar dan tugas mengevaluasi hasil belajar.

        Dalam islam, tugas utama yang harus diemban seorang pendidik pada dasarnya adalah mengenalkan dan meneguhkan kembali perjanjian suci manusia terhadap Allah SWT, seorang pendidik harus berupaya mengantarkan peserta didiknya kearah pengenalan kembali syahadah kepada Allah SWT yang telah di ikrarkan ketika individu manusia dialam ruh. Proses pengenalan pada upaya edukatif untuk meneguhkan syahadah, yakni konsistensi pengakuan akan kemaha esaan Allah SWT dalam seluruh sikap, amal dan sikap perbuatan.

        Seorang pendidik harus memenuhi syarat. Adapun syarat untuk menjadi seorang pendidik yaitu sebagai berikut:

  1. Takwa kepada allah SWT

   Pendidik, sesuai dengan tuijuan ilmu pendidikan islam, tidak mungkin mendidik anak agar bertakwa kepada Allah SWT, jika ia sendiri tidak bertakwa kepada-Nya. Sebab ia adalah teladan bagi muridnya sebagaimana Rasulullah SAW menjadi teladan bagi umatnya.

  • Berilmu

   Ijazah bukan semata-mata secarik kertas, tetapi suatu bukti, bahwa pemikiknya telah mempunyai ilmu pengetahuan dan kesanggupan yang di perlukan untuk suatu jabatan. Pendidik harus mempunyai ijazah, ia di bolehkan mengajar, kecuali keadaan darurat. Tetapi dalam keadaan normal bahwa semakin tinggi pendidikan pendidik makin baik mutu pendidikan dan pada gilirannya mskin tinggi puls derajat masyarakat.

  • Sehat Jasmani

Kesehatan jasmani kerab kali di jadikan salah satu syarat bagi mereka yang melamar untuk menjadi sebagai pendidik.

  • Berkelakuan Baik

Budi pekerti pendidik sangat penting dalam pendidikan sikap murid,pendidik harus berperan sebagai suri tauladan. Tujuan pendidik ialah membentuk akhlak baik pada anak dan hanya mungkin jika pendidik itu berakhlak baik pula.

  • Tanggung Jawab Pendidik

Sebagai pendidik atau tenaga pengajar, tentu memiliki tanggung jawab terhadap apa yangdia emban terhadap dirinya, seperti pendidik harus memiliki tanggung jawab terhadap pesertadidik atau yang ia didik, dan pendidik harus menyesuaikan terhadap apa yang dia katakandengan apa yang ia perbuat, dan masih banyak lagi tanggung jawab-tanggung jawab menjadiseorang pendidik seperti hal nya berikut ini:

  1. Meneruskan dan mengembangkan pendidikan yang telah diletakkan (dimulai)oleh orang tua di rumah atau lingkungan sosial.
  2. Meluruskan dan mengarahkan dasar-dasar pendidikan yang kurang baik, menurutteori ilmu pendidikan dan teori ilmiah dalam pendidikan, agar dapat dicegahkerugian yang mungkin timbul karena kesalahan pendidikan awal atau lingkunganyang tidak terkontrol selama ini.
  3. Meletakkan dasar-dasar ilmiah dan keterampilan untuk dapat dikembangkanselanjutnya dalam pendidikan lanjutan, seandainya ada diantara mereka yangmeneruskan studinya.
  4. Mempersiapkan mereka dengan pengetahuan dasar ini untuk menghadapilingkungan sosialnya, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dan memulai penghidupannya sesuai dengan kemampuan dan kemudahan yang tersedia dilingkungan masing-masing.Segala upaya yang telah dilakukan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal agar peserta didik yang telah menamatkan pelajaraannya, dapat memperoleh rasa percaya diri untukmengembangkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama ini.Sekolah sebagai tempat pendidikan formal mempunyai kedudukan yang sangat menonjoldi dalam pendidikan kita. Fungsi sekolah makin lama makin menjadi penting, sesuai dengan perkembangan kemajuan zaman dan tuntutan masyarakat.Pendidik/guru adalah pendidik profesional, karenanya implisit ia telah merelakan dirinyamenerima dan memikul sebagai tanggung jawab pendidikan yang terpikul dipundak orang tua.Mereka ini, tak kalah menyerahkan ananknya kesekolah, sekaligus berarti pelimpahan sebagiantanggung jawab pendidikan anaknya kepada pendidik. Hal itupun menunjukkan pula bahwa orang tua tidak mungkin menyerahkan anaknya kepada sembarangan pendidik/sekolah karenatidak sembarang orang dapat menjabat sebagai pendidik/guru.     

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Dari pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa hakikat seorang pendidik kaitannya dalam pendidikan Islam adalah mendidik dan sekaligus di dalamnya mengajar sesuai dengan keilmuwan yang dimilikinya. Secara umumnya pendidik adalah orang yang memiliki tanggungjawab mendidik. Bila dipersempit pengertian pendidik adalah guru yang dalam hal ini di suatu lembaga sekolah. Sedangkan pengajar adalah pendidik yang baik. Adapun hakekat pendidik adalah Allah SWT yang mengajarkan ilmu kepada manusia dan manusia pula yang mempunyai sebuah kewajiban baginya untuk mentransferkan ilmu itu kepada orang lain demi kemaslahatan ummat, hakekat peserta didik merupakan individu yang akan dipenuhi kebutuhan  ilmu pengetahuan, sikap dan tingkah lakunya, karena peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran.

Tugas dan peran pendidik sangat berkaitan dan tak tidak dapat dipisahkan, tugas pendidik adalah membantu peserta didik agar mampu melakukan adaptasi terhadap diri dan berbagai tantangan kehidupannya, sedangkan  peran pendidik adalah sebagai pemimpin dan pelaksana pendidikan dalam suatu masyarakat dan sekaligus sebagai anggota masyarakat, sehingga dengan demikian dituntut guru atau pendidik dalam meningkatkan tugas dan perannya.

B.  Saran

Sebagai calon pendidik, maka sudah seharusnya mahasiswa tarbiyah menambah dan memperluas pengetahuannya mengenai hakikat guru.

DAFTAR PUSTAKA

Ar-rasyidin, dkk. Dasar-dasar Kependidikan. Bandung: Cita Pustaka Media. 2016

Bakar, rosdiana, Dasar-dasar kependidikan. Medan: Gema Ihsani. 2015

Drajat, Zakiyah. Dkk. Ilmu Pendidikan Islam. Medan: Bumi Aksara. 1998

Omar. Muhammad, dan Al-Thoumi AlSaibani. Falsafah Pendidikan Islam. Jakarta:Bulan Bintang. 1979.

Zuhairini,Filsafat PendidikanIslam. Jakarta: Bumi Aksara. 1995

Tinggalkan komentar